Mengenali Anjing Rabies dan Ciri-cirinya

Hobi binatang – Rabies merupakan salah satu virus yang menyerang semua mamalia, termasuk anjing, kucing, bahkan menular ke manusia. Virus ini akan menyebabkan gangguan otak dan menyerang jaringan sumsum tulang belakang yang sangat vital terhadap manusia yang mengakibatkan tubuh akan mengalami gangguan fungsi, dan kematian bisa cepat terjadi.

Rabies yang menginfeksi anjing memang tidak bisa langsung terlihat. Biasanya virus akan masuk dan hidup di lapisan daging selama beberapa saat. Apabila kesehatan anjing tidak begitu baik, virus akan langsung menyebar menuju sum-sum tulang belakang hingga akhirnya menuju otak. Fase ini bisa terjadi antara 1-3 bulan pasca virus masuk ke dalam tabuh. Setelah melewati fase ini anjing akan mati dalam 2-4 hari saja.

Berikut fase dan ciri-ciri anjing yang mulai terinfeksi rabies.

Fase pertama rabies: Prodromal

Sekitar 2-3 hari setelah terinfeksi virus rabies, anjing akan memasuki fase prodromal. Fase ini adalah fase pertama dari rabies yang biasanya sudah bisa diamati oleh manusia meski tidak begitu jelas. Dalam fase ini, anjing akan mengalami banyak sekali gejala ketidaksehatan yang meliputi:

  • Perubahan nada saat menggonggong.
  • Suka menggigit tidak jelas ke tempat tertentu. Biasanya kursi atau kaki meja akan digigit meski itu bukan kebiasaannya.
  • Tubuh mengalami demam. Untuk yang satu ini mungkin Anda susah membedakan.
  • Nafsu makan kian menurun.
  • Kebiasaan anjing sedikit berubah perlahan-lahan. Anjing yang awalnya suka mengajak bermain jadi mendadak diam dan murung.

Fase kedua rabies: Mad Dog Syndrome

Setelah fase rabies pertama, Anjing akan mengalami fase mad dog syndrome (sindrom anjing gila). Pada fase ini anjing bisa menjadi sangat agresif dan perilakunya sudah di luar batas kewajaran. Anjing akan menggigit siapa saja yang lewat di depannya meskipun itu adalah Anda. Fase ini akan bertahan cukup lama hingga akhirnya anjing memasuki fase ketiga lalu mati jika tidak mendapatkan penanganan. Pada fase kedua ini, anjing bisanya memiliki ciri-ciri sebagai berikut.

  • Saat Anda mengamati mata anjing, pupilnya akan terus terbuka dengan lebar.
  • Kebiasaan anjing jadi tidak konsisten dan cenderung mengalami disorientasi.
  • Wajah anjing akan kelihatan dipenuhi kekhawatiran dan waspada berlebihan.
  • Anjing tidak takut dengan apa pun, bahkan dengan Anda.
  • Beberapa bagian tubuh anjing mulai kaku dan susah digerakkan.
  • Saat berdiri, anjing mulai bergetar hingga terjatuh.

Fase ketiga rabies: Paralytic

Setelah mengalami fase mad dog atau kita sering menyebutnya fase anjing gila, mereka akan memasuki fase paralytic. Pada fase ini, virus sudah mematikan hampir semua sel otak dan jaringan sum-sum tulang belakang. Dalam 2-4 hari anjing akan mengalami kematian. Pada fase ini, anjing yang terjangkit rabies akan memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Susah bernapas dan sering sekali tersedak.
  • Rahang bawah anjing susah menutup, mulut jadi terus terbuka lebar.
  • Anjing akan terus mengeluarkan liur dalam jumlah yang banyak, bahkan air seni terus keluar tanpa bisa dikontrol.
  • Semua otot kaku dan anjing tak bisa melakukan apa-apa.

Setelah melalui tiga fase ini, organ tubuh anjing tak bisa bekerja. Mereka akan memasuki kondisi koma dan akhirnya mati perlahan-lahan.